Universitas Airlangga

Rp 3.750.000 - Rp 22.500.000/Semester
Akreditasi A
4.7

Alamat

Kampus C Mulyorejo

Surabaya, Jawa Timur, 60115

Cek Map

Kontak

info@ppmb.unair.ac.id
031-5956009

Highlights

Berdirinya Universitas Airlangga tahun 1954, tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang pendidikan tinggi di Indonesia. Cikal bakal perguruan tinggi di Indonesia itu adalah “Dokter Djawa School” (Sekolah Dokter Jawa), didirikan di Batavia tahun 1851. Dalam perjalanan sejarah, lembaga itu direorganisasi menjadi School Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) tahun 1902. Sebelas tahun kemudian, berdasarkan Keputusan Pemerintah, didirikanlah Sekolah Dokter di Surabaya bernama Netherlandsch Indische Artsen School (NIAS). Tahun 1928 bahkan didirikan School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT) sebagai sekolah untuk kedokteran gigi. Pada masa kolonial Jepang, baik STOVIA di Jakarta dan NIAS di Surabaya ditutup tahun 1942, kemudian dilebur menjadi “Ika Dai Gaku”. Setelah berakhirnya kekuasaan Jepang tahun 1945, pemerintah RI mengambil alih dan mengganti namanya menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran RI. Barulah kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah RI tentang Pendirian Universitas Airlangga per tanggal 1 November 1954, Fakultas Kedokteran dan Lembaga Ilmu Kedokteran Gigi di Surabaya dipisahkan dari “induknya” yaitu Universitet Indonesia. Pada tanggal 10 November 1954 Presiden RI Dr. Ir. Soekarno meresmikan berdirinya Universitas Airlangga sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ketiga di Indonesia setelah Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Universitas Airlangga kemudian terus berkembang dengan menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Ekonomi (1961) yang berasal dari Sekolah Tinggi Ekonomi Surabaya. Saat ini berubah menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Fakultas Farmasi (1964), Fakultas Kedokteran Hewan (1972), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (1977), dan lain lain.

Universitas Airlangga sering disebut dengan UNAIR. Kampus satu ini memiliki nilai sejarah yang otentik terutama dari segi pendirian. Kampus ini berada di kota pahlawan. Kampus didirikan tepat pada tanggal 10 November 1954 dan pendiriannya ini tepat pada hari pahlawan yang ke-9. Selain dilihat dari unsur sejarah, UNAIR ini juga memiliki prestasi yang membanggakan dan masuk ke dalam 200 kampus terbaik di Asia menurut QS WUR atau Quacquarelli Symonds World University. So, kamus ini bisa menjadi pilihan Anda karena tidak akan menyesal menjadi bagian dari almamater UNAIR satu ini.

Mengenal Universitas Airlangga yang Dinobatkan Sebagai Kampus Terbaik Ke-4 di Indonesia

Peringkat UNAIR Nasional dan Internasional

Sejumlah kampus yang ada di tanah air ini masuk ke dalam pemeringkatan QS World University Ranking atau yang biasa disebut dengan WUR. Salah satunya adalah UNAIR dimana kampus satu ini resmi meraih posisi atau peringkat ke-465 terbaik dunia.

Tidak cukup sampai disitu saja, UNAIR ini menempati posisi urutan 113 kampus terbaik yang ada di Asia. Di Asia Tenggara UNAIR ini menempati posisi ke-19 terbaik. Yang mengagumkan adalah UNAIR ini menempati posisi ke-4 kampus terbaik yang ada di Indonesia.

Dari beberapa indikator yang dinilaikan, UNAIR ini memiliki nilai yang sangat memuaskan. Nilai itu yaitu 310, employer reputation 176 dan yang terakhir adalah faculty atau student ratio dimana nilainya adalah 356. 

Dibandingkan dengan yang tahun lalu indikator academic reputation ini naik menjadi 40 poin, sedangkan employer reputation naik 96 poin. Yang terakhir adalah faculty atau student ratio dimana nilainya naik menjadi 47 poin.

Alumni Terkenal UNAIR

Sama dengan kampus lainnya dimana UNAIR ini juga memiliki alumni yang terkenal. Selain itu ada beberapa alumni yang memiliki pengaruh untuk bangsa Indonesia. Mereka juga memiliki posisi penting dan strategis di dalam pemerintahan. Siapa saja alumni UNAIR yang terkenal tersebut?

Pertama ada Mohammad Saleh yang mana menjadi mantan wakil ketua MA RI bidang Yudisial pada tahun 2013 silam, kemudian dirinya digantikan oleh M. Syarifuddin di tahun 2016. M. Saleh merupakan alumni FH UNAIR kemudian diangkat menjadi guru besar FH UNAIR. 

Alumni terkenal selanjutnya ada Ignasius Jonan. Dia merupakan alumni UNAIR program studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Jonan ini pernah menjadi direktur PT Kereta Api Indonesia tahun 2009 sampai dengan 2014. Ignasius Jonan ini terkenal karena tersebar berita bahwa ia tidak pulang selama 15 hari. Dia juga tertidur di kereta untuk mengawasi pelayanan PT KAI tersebut. 

Ignasius Jonan kemudian diangkat menjadi Menteri Perhubungan dan diberhentikan pada tanggal 27 Juli 2016. Setelah itu pada Oktober 2016, Presiden Jokowi mengangkat Jonan sebagai Menteri ESDM dan yang menjadi wakilnya adalah Arcandra Tahar. Masih banyak lagi alumni UNAIR yang terkenal yaitu Khofifah Indar Parawansa, Hatta Ali, Muhadjir Effendy, Soekarwo dan masih banyak lagi lainnya.


Banyak orang besar yang mengenyam pendidikan di UNAIR ini, maka tidak mengherankan jika banyak yang melirik kampus satu ini untuk dijadikan sebagai tempat mengenyam pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, semoga informasi ini bermanfaat.



Cari program studi impianmu dan lihat lebih banyak informasi seperti akreditasi jurusan, peluang masuk, biaya kuliah (biaya sumbangan, biaya per semester, dan biaya uang kuliah tunggal (UKT)), kurikulum atau sebaran mata kuliah per semester, dan review dari mahasiswa dan alumni.